Sebentar kemudian Pandan Wangi menghentak kuda menuju persimpangan, tetapi setibanya di tempat itu, dua lingkaran perkelahian telah sirna dari pedukuhan. Kesimpulan yang sama pun kembali...
Kemunculan Pandan Wangi di tempat yang menjadi awal serangan mendapat sambutan berupa lontaran panah dan tombak yang meluncur bertubi-tubi. Seketika ia melompat turun dari punggung...
Mendadak pecahlah keheningan pedukuhan induk! Orang-orang tumpah ruah memenuhi jalan-jalan dan lorong. Mereka saling bertanya mengenai gelegar dentuman yang menggetarkan jantung. Tak sedikit yang berlarian...
Keadaan itu tidak begitu terlihat dari setiap gerak gerik senapati pasukan khusus Mataram itu, tetapi, sungguh sangat sukar bagi Agung Sedayu untuk meninggalkan satu persolan....
Pandan Wangi menunggu Agung Sedayu mengungkap maksudnya. Pengalamannya dalam mengikuti banyak peperangan mengajarinya untuk dapat menahan diri, meski dalam waktu itu, Pandan Wangi sebenarnya ingin...
“Saya meninggalkan mbokayu Sekar Mirah dalam keadaan baik,” jawab Pandan Wangi lalu menghirup udara banyak-banyak ke dalam rongga dadanya. Ia berkata kemudian, ”Mudah-mudahan dukun bayi ...