Pengintai itu adalah Simbara yang mengambil jalan memutar. Simbara tidak ingin para pengawal kademangan mempunyai pikiran bahwa ia tengah membayangi Bunija beserta tiga orang lainnya....
Para pengawal yang berada di banjar kebanyakan adalah anak-anak muda yang berusia tidak terpaut jauh dari Simbara atau Sayoga. Maka mendengar perkataan Simbara yang mengejutkan,...
“Apakah Ki Rangga berada di sini? segera Bunija bertanya balik “Tidak. Ki Rangga sedang menunggu persalinan Nyi Mirah.” “Kalian, ada berapa orang?” Pengawal yang bertugas...
“Jadi, aku ingin engkau menetapkan hati dan landasan yang sangat kuar. Perang tidak sekadar berlari dan berkelahi, bukan hanya kemenangan dan kekalahan. Namun juga ada...
“Perang adalah cara meraih kemenangan, tetapi tidak selalu harus disertai kekerasan. Tipu daya mempnyai banyak ragam dalam sebuah peperangan. Termasuk yang kita hadapi sekarang,” lanjut...
“Engkau sudah selesai?” Agung Sedayu bertanya tanpa memandang wajah Sukra. “Sudah, Ki Lurah.” “Seharusnya engkau memberitahu lalu membiarkanku datang melihatnya.” Suara Agung Sedayu terdengar begitu...
“Ki Sanak, pergilah. Aku sedang tak ingin bicara dengan satu orang pun.” “Sukra, aku akan pergi bila telah mendapatkan janji darimu.” “Siapakah engkau, Ki Sanak?...
Pedukuhan induk. Sumringah wajah Sekar Mirah sewaktu mengetahui bahwa bayinya selamat dan sehat. Berulang ia menggerakkan kepala saat Nyi Kuswari mengucapkan selamat dan arahan-arahan yang...
Padam wajah Sayoga mendengar mereka menyebut orang-orang Sangkal Putung sebagai anjing liar. Namun demikian, Sayoga berusaha menekan perasaannya yang menyalak begitu jalang. Digembleng secara langsung...
Sayoga menapak lapis demi lapis begitu ceat dan itu sangat mengejutkan Ki Dirgasana. Walaupun ia mempunyai pengalaman lebih banyak tetapi menghadapi Sayoga adalah sesuatu yang...