Keadaan yang sama juga dirasakan oleh para pengawal Menoreh. Mereka bukan termasuk orang-orang yang berilmu tinggi maka setiap penilaian hanya berdasarkan kejadian yang berlangsung di...
Ia memutuskan untuk menghadapi Ki Sarjuma dengan cara yang berlainan dari sebelumnya. Kecepatan tidak harus dilawan dengan kecepatan, kekuatan pun lebur dalam kelembutan. Pikir Sayoga....
Ki Sarjuma tersentak! Ia merasakan sesuatu yang berbeda tengah terjadi di lingkar perkelahian mereka. Meski ia tidak merasakan gelisah atau keraguan sedang merayap di dinding...
Sayoga sadar bahaya yang mengintai para pengawal Menoreh. Ia mempunyai pilihan di tengah waktu yang terbatas. Namun itu tidak menjadi satu dalih baginya untuk melanjutkan...
Bentak nyaring Ki Sarjuma, yang merontokkan kekuatan Sayoga, menembus dataran yang ditumbuhi banyak pohon dan semak. Lengking suara yang serupa dengan Aji Gelap Ngampar menggapai...
Kita tinggalkan Swandaru dalam keadaan genting dan Agung Sedayu yang mulai pecah perhatiannya! Sayoga mendapat ruang bebas ketika Ki Malawi harus mengelakkan wajah demi mengelak...
Seiring dengan terurainya cambuk Swandaru yang membelit salah satu senjata Ki Suladra, secara mendadak Ki Suladra menjulurkan tumit, melakukan gerakan memotong dari bawah ke atas,...
Ki Suladra lincah mengayun senjata dan menusuk Swandaru dari banyak arah. Meski tubuh Swandaru sedikit lebih gemuk tetapi itu tidak menghalanginya berloncatan menghindari serangan Ki...
Kedua orang itu sama-sama melihat dan mengetahui bahwa kedua benda itu belum berbenturan! Namun keping logam telah pecah menjadi dua dan ujung cambuk Swandaru bergetar...
Dua orang dengan susah payah masih berusaha mengalahkan Swandaru. Rekan mereka tergolek di atas tanah, dan tidak ada yang dapat mereka lakukan selain menggeliat kesakitan....