Pandan Wangi menunggu Agung Sedayu mengungkap maksudnya. Pengalamannya dalam mengikuti banyak peperangan mengajarinya untuk dapat menahan diri, meski dalam waktu itu, Pandan Wangi sebenarnya ingin...
“Saya meninggalkan mbokayu Sekar Mirah dalam keadaan baik,” jawab Pandan Wangi lalu menghirup udara banyak-banyak ke dalam rongga dadanya. Ia berkata kemudian, ”Mudah-mudahan dukun bayi ...
Kening Pandan Wangi tampak mengerut ketika melihat wajah tegang dan bibir rapat terkatup dari Agung Sedayu. Sejenak ia mengambil tempat sebelah menyebelah dengan Agung Sedayu,...
“Tidak! Bila aku diam maka kebenaran akan terbungkam selamanya,” tukas lelaki bertubuh kekar. “Prajurit, apakah Ki Rangga benar-benar telah menjadi sosok tak terkalahkan?” “Ki Ranubaya,”kata...
Aku seorang prajurit,” timpal seseorang yang berusia sepantaran dengan Swandaru. “Aku berada di Sangkal Putung untuk mengunjungi kerabatku yang sakit."...
“Swandaru!” teriak Agung Sedayu. Ia mencoba mencari jejak yang dikiranya dapat memberi terang untuk menelusuri keadaan adik seperguruannya. Ia berloncatan, hilir mudik, ia kehilangan pegangan!...
Dua murid utama Kiai Gringsing dengan wajah tegang semakin jauh meninggalkan pedukuhan induk. Mereka berdua berharap bahwa kemungkinan buruk yang telah dipikirkan Agung Sedayu tidak...
“Kakang, pasukan khusus tentu mempunyai orang-orang yang cukup mapan dalam tugas sandi. Sementara para pengawal Tanah Perdikan telah berada dalam lapis yang sama dengan...
Ki Gede memandang Agung Sedayu dari kejauhan lalu berkata pada dirinya sendiri, ”Tidak banyak yang dapat aku perbuat untukmu, Ngger. Pertarungan yang terjadi di antara...