Tag : agung sedayu terperdaya

Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 73 – Gondang Wates

adminvi
Lawan Sayoga lekas berkelit dan sangat gesit. Gerak Ki Sarjuma begitu tangkas, dan sepertinya kelincahan itu sama sekali tidak berhubungan dengan usianya yang menuruni lembah....
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 72 – Gondang Wates

adminvi
Beberapa anak buah Ki Sarjuma atau Ki Dirgasana melihat tandang Sayoga. Mereka ingin menghentikannya dengan lontaran anak panah atau melemparkan benda-benda di sekitar, tetapi Sayoga...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 71 – Gondang Wates

adminvi
Pergerakan yang mendadak dan menyedot beberapa orang ke dalam pergumulan hebat itu tidak luput dari pengamatan Ki Sarjuma. Ia terkejut, walau demikian ketenangannya dalam mengendalikan...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 70 – Gondang Wates

adminvi
Namun perintah Ki Sarjuma seakan tidak terdengar atau sengaja diabaikan oleh sebagian anak buah Ki Dirgasana. Mereka memisahkan diri untuk mengejar tiga orang Gondang Wates...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 69 – Gondang Wates

adminvi
Kedatangan yang sangat mengejutkan orang-orang yang berada di sekitar batu datar. Seseorang yang menjejak tanah begitu ringan dan melewati sejumlah alat rintang begitu mudah. Ki...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 67 – Gondang Wates

adminvi
Sejumlah pandang mata tertuju pada Ki Panuju. Mereka berharap ada satu siasat yang dapat menjadi pencerah bagi Marmaya. Bukankah mereka sepakat menunjuk Marmaya sebagai panglima...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 66 – Gondang Wates

adminvi
“Itu sangat bagus, Bunija. Bila keadaan dapat dijaga seperti ini dalam waktu lama, sampai pagi misalnya, semangat lawan bisa saja terputus.” Ucapan Sukra penuh sindiran...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 65 – Gondang Wates

adminvi
“Keadaan terus-menerus berkembang dengan cepat, tetapi kita selalu tertinggal,” keluh Marmaya. “Kakang,” Sayoga berkata, “kita telah berada pada titik ini, pada keadaan yang sama-sama tidak...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 64 – Gondang Wates

adminvi
Selepas mereka berbelok pada jalan yang menuntun mereka menuju banjar pedukuhan , Marmaya melontarkan kegeramannya dengan teriakan keras. Ia tidak ingin mengumpat seseorang, tetapi Marmaya...