“Apakah tidak ada laporan dari peronda yang mungkin melihat pergerakan kecil yang mencurigakan?” bertanya Ki Gede kemudian. “Tidak ada, Ki Gede,” jawab pemimpin pengawal. “Keadaan...
“Menurutku, kata-kata Ki Garu Wesi bukanlah suatu ancaman,” kata Ki Gede Menoreh, ”tetapi bukan berarti kita akan berdiam diri. Kita telah melakukan langkah tepat.” Prastawa...
Keesokan harinya, Ki Garu Wesi belum memerintahkan pengikutnya untuk membongkar perkemahan. Ia memberi perintah pada beberapa orang yang menjadi petugas sandi untuk mendatangi Tanah Perdikan...
Pagi-pagi sekali Agung Sedayu telah berada di bilik khususnya di barak pasukan. Telah hadir tiga lurah prajurit yang siap memberi laporan padanya. Ki Rangga Agung...
Website Padepokan Witasem akan terus mencoba mengembangkan diri melalui muatan yang diperbarui penyajiannya. Untuk pertama kali, blog memghadirkan kisah dalam versi audiobook atau bukudengar. ...
Sepintas memang Kiai Plered tidak dapat dikendalikan. Seperti itulah yang terlihat oleh mata kita bertiga. Namun ada satu sebab yang memungkinkan kendali itu terlepas....
“Simbara,” gumam Raden Atmandaru. “Buat apa ia harus bersama kita? Bukankah ia akan membalaskan dendam untuk kematian ayahnya?” “Kematian Ki Gandung Jati bukan berawal dari...
Swandaru memandang wajah Raden Atmandaru dengan bibir mengatup rapat. Meski tatap matanya bersorot tajam tetapi tidak sesuatu pun yang dapat ia perbuat. Pengalih semangat yang...
“Kembalilah, Raden, Saya minta Anda untuk kembali!” seru Ki Tunggul Pitu dengan suara lirih. Ia dapat melihat perubahan dengan membaca air muka Panembahan Tanpa Bayangan...
Mereka masih duduk berdekatan. Bertiga tetapi hanya dua orang yang menggetarkan tenaga cadangan yang terpendam di balik tubuh wadag. Ki Sekar Tawang dan Raden Atmandaru...