Author : adminvi

Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 85 – Randulanang

adminvi
“Kembalilah, Raden, Saya minta Anda untuk kembali!” seru Ki Tunggul Pitu dengan suara lirih. Ia dapat melihat perubahan dengan membaca air muka Panembahan Tanpa Bayangan...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 84 – Randulanang

adminvi
Mereka masih duduk berdekatan. Bertiga tetapi hanya dua orang yang menggetarkan tenaga cadangan yang terpendam di balik tubuh wadag. Ki Sekar Tawang dan Raden Atmandaru...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered – 83 Randulanang

adminvi
Kebekuan merambat pelan secepat bekicot menyusur dahan basah di permukaan tanah. Sekilas rencana itu terdengar begitu gagah dan berani, tetapi Ki Sekar Tawang mengingatkan lelaki...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered – 82 Randulanang

adminvi
Kemudian mereka berbicara tentang banyak hal. Mereka lakukan itu untuk mengalihkan penat yang membelit pikiran dalam waktu cukup lama. Bertalu-talu suara kentongan membelah malam, bersahutan...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 81 – Randulanang

adminvi
“Saat ini kita sibuk melakukan usaha mengambil alih Mataram. Raden, apakah belum terlihat jalan untuk membicarakan hal penting ini dengan Panembahan Hanykrawati?” “Sebenarnya saya memandang...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 80 – Randulanang

adminvi
Tombak pendek itu tiba-tiba menjadi benda rahasia. Raden Atmandaru sama sekali tidak menyebutkan namanya ketika duduk berhadapan dengan Ki Sekar Tawang di pendapa rumah Ki...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 79 – Gondang Wates

adminvi
Bahwa pengawal pedukuhan akan memberikan perlawanan hebat sudah menjadi dugaan pengikut Raden Atmandaru, tetapi kegigihan orang-orang Gondang Wates adalah keadaan yang berbeda. Maka dari itu,...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 77 – Gondang Wates

adminvi
Terpisah jarak sejauh lima langkah, Sabungsari lekat memandang Ki Dirgasana dengan sorot mata menukik. Semakin terang baginya bahwa kemampuan Ki Dirgasana sungguh hebat. Getaran yang...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 76 – Gondang Wates

adminvi
Tak jauh dari laga Sayoga, Sabungsari begitu ketat menekan Ki Dirgasana dengan serangan-serangan yang tajam dan menggentarkan. Meski pada mulanya perkelahian mereka sangat sulit diikuti...